CONVERSION-CONVERSATIONS

“[The apostles] made their way through Phoenicia and Samaria, telling everyone about the conversion of the Gentiles as they went.” –Acts 15:3

Instead of telling the Phoenicians and Samaritans about the Church bickering in Antioch (Acts 15:2), the apostles told them about the conversion of the Gentiles. These apostles spoke from the abundance of their hearts (Lk 6:45) and what filled their hearts was the joy of Jesus in heaven over the conversion of repentant sinners (Lk 15:7, 10). The ongoing church dissension and controversy, while important enough to cause their trip to Jerusalem, was not absorbing the hearts of the apostles. Their minds were fixed on what was above rather than what was on earth (Col 3:1ff). Since the Lord in heaven finds more joy in the conversion of one sinner, the hearts of the apostles were focused on conversion and on finding ways to please Jesus (see Ps 104:34).

How many times have you heard conversations about the conversions taking place in your parish RCIA programs or soup kitchens? Now, how many times have you heard conversations focused on internal church squabbles? Repent of desiring to talk about church dissensions, strife, discord, and controversies (see 1 Tm 6:4). Allow God to prune away any spirit of dissension and disunity. Remain in Jesus (Jn 15:4), Who came to seek and save the lost (Lk 19:10), and bear “much fruit” of evangelization and conversion (Jn 15:8).

PRAYER: Father, help me to “say only the good things” people “need to hear, things that will really help them” (Eph 4:29).
PROMISE: “He who lives in Me and I in him, will produce abundantly, for apart from Me you can do nothing.” –Jn 15:5
PRAISE: When conversations drift toward criticism of fellow Church members, Wanda tactfully guides the talk to other topics.

GOD IS PEACE (Eph 2:14)

” ‘Peace’ is My farewell to you, My peace is My gift to you.” –John 14:27

Peace is what Jesus left us in His last will and testament. Because of this, peace has a special significance for those who love Jesus. Peace is the binding force which unifies the Church, marriages, and families (Eph 4:3). Peace is the guard of our hearts and minds (Phil 4:7). Without peace, we will be subject to heart-failure and mind-games. Without peace, our God-given relationships begin to unravel and society begins to disintegrate.

Zeal to propagate the gospel of peace is our footgear and part of our spiritual armor (Eph 6:15). Without zeal to proclaim peace, the beautiful feet (Is 52:7) of Christians remain unprotected. Under these circumstances, we leave ourselves wide open for Satan to bind our feet, and in that state we will no longer be free to go to the nations with the good news of Jesus.

Peace is the fruit of the Spirit (Gal 5:22). Jesus, God Himself, is Peace (Eph 2:14). Therefore, pray for peace, make peace (Mt 5:9), and adore Jesus, our Peace.

PRAYER: “Lord, make me an instrument of Your peace.”
PROMISE: “We must undergo many trials if we are to enter into the reign of God.” –Acts 14:22
PRAISE: When feeling her peace rattled, Joan sits quietly in God’s presence until He has restored her serenity.

FATHER’S DAY

“How can you say, ‘Show us the Father?’ ” –John 14:9

Jesus became a human being to reveal to us that God is not just the Supreme Being and the Creator, but also wants to be our personal, loving Father. Most people in the world don’t believe this. Why would the awesome Creator of galaxies which stretch for billions of light-years decide to adopt us? As farfetched as this may sound, it is absolutely true. Almighty God wants to be our Father (see Hos 11:4).

Jesus, as “the exact Representation of the Father’s being” (Heb 1:3), came to show us the Father. When we see Jesus, we see the Father (Jn 14:9). By believing in Jesus and being baptized into Him, we become new creations and are thereby capable of being God the Father’s adopted children. Jesus is the only Way by which this can happen (see Jn 14:6).

Jesus is preoccupied with showing us the Father’s love. Therefore, when Philip showed he didn’t know the Father’s love, he greatly disappointed Jesus (see Jn 14:9). Likewise, when we show our insecurity about our Father’s love, when we live in fear or anxiety, we grieve Jesus. After all this time, after all this love, Jesus laments that we still don’t know Him and the Father (Jn 14:9). Be secure in Your Father’s love. Please Jesus.

PRAYER: Father, may I be so secure in Your love that I will not be manipulated or pressured into sin or compromise with the world.
PROMISE: “Next He was seen by James; then by all the apostles. Last of all He was seen by me.” –1 Cor 15:7-8
PRAISE: St. Philip “saw the Father” and willingly lived and died for love of Him. He even led a future apostle to Jesus (Jn 1:45ff).

SERIOUS BUSINESS

“We must undergo many trials if we are to enter into the reign of God.” –Acts 14:22

St. Paul had recently been stoned, dragged out of town, and left for dead (Acts 14:19). After being raised up and continuing his work, he gave his “disciples reassurances, and encouraged them to persevere in the faith” (Acts 14:22). When someone who’s black and blue, with patches of hair pulled out, and an eye swollen shut talks about reassurances, perseverance, trials, and God’s kingdom, he has credibility. He has already practiced what he’s preaching.

Then Paul “installed presbyters and, with prayer and fasting, commended them to the Lord in Whom they had put their faith” (Acts 14:23). Paul was not well-groomed, handsome, and dressed in fine vestments as he led this prayer service. When the person praying over you has cuts all over his hands and face and has a couple teeth missing, the prayer takes on more meaning. We’re not just being prayed for to be blessed, but to be sacrificed.

Finally, Paul returned to Antioch, the church which had sent him and Barnabas on this first missionary journey. “On their arrival, they called the congregation together and related all that God had helped them accomplish, and how He had opened the door of faith to the Gentiles” (Acts 14:27). Obviously this was not just a committee report. The congregation couldn’t help but notice Paul’s condition and realize that making disciples of all nations and being Church was more serious than they had ever suspected.

PRAYER: Father, free me from any misconception about Christianity.
PROMISE: “There shall be no more death or mourning, crying out or pain.” –Rv 21:4
PRAISE: Praise You, risen Jesus! Your ultimate self-sacrifice opened the way to the Father. Alleluia!

Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya. Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan. Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. Karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil, tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi. Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis…. jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~). Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya. Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup. Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan. Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?…. mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~). Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat. Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam… walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah AYAH ITU MURAH HATI….. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan…. . Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. …. Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka….. Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara… Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya…. Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. .. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu…. Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi. Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan” Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya…. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri…. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya. Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya… Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan. Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya” Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu” Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu” Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu…. Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu… Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik…. Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya. Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah, ssssssssttt…! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN Sumber : Unknown (Tidak Diketahui)

Read the original here:
Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!

Be Thankful

Be thankful that you don’t already have everything you desire If you did, what would there be to look forward to? Be thankful when you don’t know something, for it gives you the opportunity to learn Be thankful for the difficult times During those times you grow Be thankful for your limitations, Because they give you opportunities for improvement Be thankful for each new challenge, Because it will build your strength and character Be thankfulfor your mistakes, they will teach you valuable lessons Be thankful when you’re tired and weary, because it means you’ve made an effort It’s easy to be thankful for the good things A life of rich fulfilment comes to those who are also thankful for the setbacks Gratitude can turn a negative into a positive Find a way to be thankful for your troubles, and they will become your blessings.

Excerpt from:
Be Thankful

Sosok Seorang Ayah

Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian? Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu? Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa. Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti… Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia! Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….” Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk… Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. Papa telah menyelesaikan tugasnya…. Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu… Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’) Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai…. Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung… Peace…. (Thomas Tjahja – milis Single Katolik)

Originally posted here:
Sosok Seorang Ayah

JOSEPH VS. COMMUNISM

“Where did this Man get such wisdom and miraculous powers? Isn’t this the carpenter’s Son?” –Matthew 13:54-55

In 1955, Pope Pius XII instituted this feast day in honor of St. Joseph the Worker. He put the feast on this day to oppose the May Day military celebration of the Communist world. It seemed so foolish of Pius XII to bring up Joseph, the poor carpenter of Nazareth, to confront Soviet military might. Joseph seemed even less likely of defeating the mammoth Communist machine than David against Goliath. In a few short decades, however, Soviet Communism was shattered.

May Day has lost its triumphal glory. The Lord has conquered. Christianity has defeated Communism. Joseph has conquered in the name of his Foster Son, Jesus (see Rm 8:37). Joseph the Worker has conquered by faith. “This is the work of God: have faith in the One Whom He sent” (Jn 6:29). “All depends on faith, everything is grace” (Rm 4:16). “The power that has conquered the world is this faith of ours. Who, then, is conqueror of the world? The one who believes that Jesus is the Son of God” (1 Jn 5:4-5).

PRAYER: Father, may I choose a lifestyle that will maximize opportunities for developing my faith in You. Saint Joseph, pray for me.
PROMISE: “Whatever you do, whether in speech or in action, do it in the name of the Lord Jesus. Give thanks to God the Father through Him.” –Col 3:17
PRAISE: Ellen and Edward, an engaged couple, prayed a novena to St. Joseph for him to find work so they could marry. In mid-novena, on the feast of St. Joseph the Worker, Edward was offered a good job.

Minggu, 26 April 2009

Pewartaan dan pertobatan adalah dua sisi berbeda dari dua koin yang sama. Menarik bila kita melihat bacaan kedua hari ini dan menghubungkannya dengan Injil Yohanes, mengenai hal ini.  Tujuan dari dituliskannya surat Yohanes adalah agar kita tak berbuat dosa. “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepadaMu supaya kamu jangan berbuat dosa”. (1Yoh. 2:1), sedangkan dalam Injil Yohanes disebutkan bahwa kitab itu dituliskan agar kita menjadi percaya (Yoh 20:31). Dengan demikian menjadi sangat jelas bahwa dalam ‘percaya’ apalagi percaya kepada Allah ‘dosa’ dipandang sebagai pengkhianatan. Pengkianatan kepada rahmat kita sebagai Anak-anak Allah melalui penebusan Yesus Kristus.  Bagi Yohanes menjadi Anak-anak Allah berlawanan langsung dengan menjadi orang berdosa.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi….  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah

Memang menjadi Anak Allah yang ideal tentunya yang hidup sesuai dengan standard yang telah ditentukan, namun manusia tak selamanya berpegang pada standard hidup rohani yang sama itu. Yohanes mengakui dan menyadari hal tersebut. Oleh karenanya ” bila kita berbuat dosa kita mepunyai pengantara, pendamai dengan Bapa yakni Yesus Kristus. Ia bukan hanya pendamai kita, ia juga pembawa damai bagi dunia; Ia membawa damai kepada semua orang.

Pndangan Yohanes mengenai Yesus pembawa damai bagi semua orang merupakan suatu pandangan yang melampaui pemikiran di zamannya. Yohaneas mempunyai pandangan begitu maju, bahkan  pandangannya melampaui pandangan beberapa kelompok orang di zaman ini.

Perhatikan kata sambung yang digunakan dalam tulisan Yohanes ini.

1. Namun, Yohanes menanggapi pandangan sempit keselamatan. Keselamatan bukan merupakan suatu garis yang ditentukan oleh Tuhan, melainkan yang selalu diusahakan terus menerus oleh mereka yang menginginkannya.

2. Yohanes menanggapi pandangan sempit keselamatan hanya untuk semua orang. Akses keselamatan tak sama, namun kemungkinana bagi semua orang untuk selamat masih tetap ada.

3. Yohanes menantang mereka yang mengakui dirinya sebagai “yang tahu tentang Tuhan” namun tak melaksanakan perintannya. Rupanya perintah Tuhan adalah ukuran pengetahuan dan cinta pada Tuhan.

Singkatnya, kepercayaan pada Kristus sang penebus yang mendamaikan perlu diusahakan, Yesus sendiri mengusahakann agar Ia dipercaya oleh murid-muridnya. Pertobatan peprlu dijalankan, diwartakan.

Minggu 12 April 2009

Hidup adalah misteri demikian kata orang-orang bijak, dan memang demikaian adanya. Kita tak mengetahui akan masa depan kita dengan  pasti. Jangankan masa depan kita, diri kita pun tak semuanya tersingkap oleh pengetahuan diri. Selalu ada kesadaran tentang ketidak-tahuan diri. Apalagi menyangkut, pengetahuan akan hidup orang lain. Boleh saja kita sok tahu dengan menebak hidup orang lain dari fakta yang ada, namun penulis percaya bahwa semuanya tidak akan tersingkap dengan sempurna. Adalah satu dua hal yang selalu menjadi misteri, tersembunyi bagi kita.

Demikian tak mengherankan bila, kehidupan Yesus tetap misteri bagi murid-muridnya. Walau mereka lama hidup bersama dengannya, mengenalnya dengan baik, tetap saja ada misteri yang tidak dapat mereka tangkap, terutama mengenai kematian dan terlebih kebangkitannya.

Peristiwa kubur kosong yang mereka temui menjadi pondasi yang kuat dalam kehidupan iman mereka. Ditemukannya kubur Yesus yang kosong, membuat mereka menjadi ‘ngeh’ akan apa yang dikatakannya ketika sang guru masih hidup bersama mereka.

Keadaan kubur kosong menandai iman mereka akan kebangkitan Yesus. Melihat kubur kosong itu, Petrus yang pernah menyangkalnya dengan serta merta merubah hidupnya dengan mewartakan kabar gembira tentang kebangkitan Tuhan. Tuhan Yesus yang telah bangkit itulah yang diwartakannya kepada orang yang ditemuinya. Yohanes, murid yang paling dikasihinya pun, -menurut Kitab Suci- langsung percaya ketika melihat kain peluh yang telah tergulung. Kain yang menandakan kedatangan Yesus kembali kedunia orang hidup.

Jelaslah bahwa kebangkitan Yesus mengubah keadaan, dari suasana duka menjadikan suasana gembira, bersuka cita. Seperti ketika kita menonton film Batman, Superman atau film-film jagoan lainnya. Biasanya keadaan hati kita begitu sedih, gundah, dan terasa tidak enak ketika dunia dikuasai oleh kuasa jahat. Dan ketika sang jagoan datang dan menyelamatkan, menegakkan kebenaran, keadilan, dan mengalahkan musuh hati kita menjadi gembira.

Kebangkitan Tuhan juga membuat kita bergembira dan dapat memuji Tuhan dengan seruan “Alleluia” karena Allah telah menang atas maut dengan kebangkitanNya dari kematian.

Next Page »