Minggu, 19 April 2009
Posted by Theofilus on April 1, 2009 · Leave a Comment
Melalui media kita bisa melihat keadaan negeri orang lain, yang seringkali terasa lebih baik, indah, menarik dari pada negeri sendiri. Keadaan tampaknya berbeda jauh, kemudahan sepertinya selalu berpihak pada dunia lain, berpihak kepada orang lain. Di negeri kita sendiri pun, masih terlalu tampak perbedaan yang mencolok antara kota-kota dengan daerah pedalaman. Bahkan di keluarga pun masih perlu diperjuangkan pemerataan itu.
Ternyata pemerataan antar negara, antar daerah bahkan dalam anggota keluarga pun masih perlu dikembangkan dan diusahakan. Karena dengan mulut kita mengaku bahwa umat manusia merupakan satu keluarga, bahwa kita bersaudara satu dengan yang lain. Namun dalam hidup sehari-hari masing-masing memperhatikan dirinya sendiri, golongannya sendiri, sukunya sendiri, dengan tidak mempedulikan nasib dan kebutuhan orang lain.
Lain keadaannya dalam gereja Purba, yaitu dalam umat Kristen perdana sewaktu para rasul masih hidup. Dalam Kisah Para Rasul diberitakan, “himpunan oran gyang percaya akna Kristus, sehati sejiwa. Tak seorangpun dari mereka berkekurangan karena yang memiliki tanah atau rumah, menjualnya, membawa hasil penjualannya dan meletakkannya di depan kaki para rasul. Kemudian, dibagikan kepada setiap oran gmenurut keperluannnya.” Memang hebat pada waktu itu. Hidup bersama mereka semacam Firdaus.
Semoga keadaan seperti ini menjadi cita-cita kita dalam menciptakankeluarga yang rukun, kampung yang sejahtera dan dunia yang damai.

