Minggu, 26 April 2009
Posted by admin on April 26, 2009 · Leave a Comment
Pewartaan dan pertobatan adalah dua sisi berbeda dari dua koin yang sama. Menarik bila kita melihat bacaan kedua hari ini dan menghubungkannya dengan Injil Yohanes, mengenai hal ini. Tujuan dari dituliskannya surat Yohanes adalah agar kita tak berbuat dosa. “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepadaMu supaya kamu jangan berbuat dosa”. (1Yoh. 2:1), sedangkan dalam Injil Yohanes disebutkan bahwa kitab itu dituliskan agar kita menjadi percaya (Yoh 20:31). Dengan demikian menjadi sangat jelas bahwa dalam ‘percaya’ apalagi percaya kepada Allah ‘dosa’ dipandang sebagai pengkhianatan. Pengkianatan kepada rahmat kita sebagai Anak-anak Allah melalui penebusan Yesus Kristus. Bagi Yohanes menjadi Anak-anak Allah berlawanan langsung dengan menjadi orang berdosa.
Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi…. barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah
Memang menjadi Anak Allah yang ideal tentunya yang hidup sesuai dengan standard yang telah ditentukan, namun manusia tak selamanya berpegang pada standard hidup rohani yang sama itu. Yohanes mengakui dan menyadari hal tersebut. Oleh karenanya ” bila kita berbuat dosa kita mepunyai pengantara, pendamai dengan Bapa yakni Yesus Kristus. Ia bukan hanya pendamai kita, ia juga pembawa damai bagi dunia; Ia membawa damai kepada semua orang.
Pndangan Yohanes mengenai Yesus pembawa damai bagi semua orang merupakan suatu pandangan yang melampaui pemikiran di zamannya. Yohaneas mempunyai pandangan begitu maju, bahkan pandangannya melampaui pandangan beberapa kelompok orang di zaman ini.
Perhatikan kata sambung yang digunakan dalam tulisan Yohanes ini.
1. Namun, Yohanes menanggapi pandangan sempit keselamatan. Keselamatan bukan merupakan suatu garis yang ditentukan oleh Tuhan, melainkan yang selalu diusahakan terus menerus oleh mereka yang menginginkannya.
2. Yohanes menanggapi pandangan sempit keselamatan hanya untuk semua orang. Akses keselamatan tak sama, namun kemungkinana bagi semua orang untuk selamat masih tetap ada.
3. Yohanes menantang mereka yang mengakui dirinya sebagai “yang tahu tentang Tuhan” namun tak melaksanakan perintannya. Rupanya perintah Tuhan adalah ukuran pengetahuan dan cinta pada Tuhan.
Singkatnya, kepercayaan pada Kristus sang penebus yang mendamaikan perlu diusahakan, Yesus sendiri mengusahakann agar Ia dipercaya oleh murid-muridnya. Pertobatan peprlu dijalankan, diwartakan.

