Minggu 12 April 2009
Posted by Theofilus on April 14, 2009 · Leave a Comment
Hidup adalah misteri demikian kata orang-orang bijak, dan memang demikaian adanya. Kita tak mengetahui akan masa depan kita denganĀ pasti. Jangankan masa depan kita, diri kita pun tak semuanya tersingkap oleh pengetahuan diri. Selalu ada kesadaran tentang ketidak-tahuan diri. Apalagi menyangkut, pengetahuan akan hidup orang lain. Boleh saja kita sok tahu dengan menebak hidup orang lain dari fakta yang ada, namun penulis percaya bahwa semuanya tidak akan tersingkap dengan sempurna. Adalah satu dua hal yang selalu menjadi misteri, tersembunyi bagi kita.
Demikian tak mengherankan bila, kehidupan Yesus tetap misteri bagi murid-muridnya. Walau mereka lama hidup bersama dengannya, mengenalnya dengan baik, tetap saja ada misteri yang tidak dapat mereka tangkap, terutama mengenai kematian dan terlebih kebangkitannya.
Peristiwa kubur kosong yang mereka temui menjadi pondasi yang kuat dalam kehidupan iman mereka. Ditemukannya kubur Yesus yang kosong, membuat mereka menjadi ‘ngeh’ akan apa yang dikatakannya ketika sang guru masih hidup bersama mereka.
Keadaan kubur kosong menandai iman mereka akan kebangkitan Yesus. Melihat kubur kosong itu, Petrus yang pernah menyangkalnya dengan serta merta merubah hidupnya dengan mewartakan kabar gembira tentang kebangkitan Tuhan. Tuhan Yesus yang telah bangkit itulah yang diwartakannya kepada orang yang ditemuinya. Yohanes, murid yang paling dikasihinya pun, -menurut Kitab Suci- langsung percaya ketika melihat kain peluh yang telah tergulung. Kain yang menandakan kedatangan Yesus kembali kedunia orang hidup.
Jelaslah bahwa kebangkitan Yesus mengubah keadaan, dari suasana duka menjadikan suasana gembira, bersuka cita. Seperti ketika kita menonton film Batman, Superman atau film-film jagoan lainnya. Biasanya keadaan hati kita begitu sedih, gundah, dan terasa tidak enak ketika dunia dikuasai oleh kuasa jahat. Dan ketika sang jagoan datang dan menyelamatkan, menegakkan kebenaran, keadilan, dan mengalahkan musuh hati kita menjadi gembira.
Kebangkitan Tuhan juga membuat kita bergembira dan dapat memuji Tuhan dengan seruan “Alleluia” karena Allah telah menang atas maut dengan kebangkitanNya dari kematian.




